SMAK 3 Juara 1 LOMBA ALIGHT MANGA COMPETITION IPEKA

Rabu, 26 Agustus 2015  lalu saya turut berpartisipasi dalam Open House IPEKA Pluit yang mengangkat tema “URIP IKU URUP” yang berhubungan langsung dengan pengangkatan budaya Indonesia. Saya berpartisipasi dalam Manga Competition.

Bersama dengan teman saya, kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 8 dan sampai di IPEKA Pluit sekitar pukul 10 untuk kepentingan registrasi dan kelengkapan data peserta. Kami sempat mengunjungi stand-stand makanan di sana yang sangat beragam sebelum akhirnya masuk ke ruang perlombaan sekitar pukul 11.

Lomba Manga berlangsung selama 5 jam. Pada pukul 1 kami diberikan ijin untuk break selama satu jam. Lomba Manga mengangkat tema “Kebudayaan Jogjakarta”. Pengembangan tema, cerita, dan alur dari manga/komik yang kami buat disesuaikan dengan kreatifitas peserta. Peserta yang mengikuti lomba manga tergolong banyak, bahkan cabang PENABUR lain turut berpartisipasi dalam acara ini.

Saya sendiri mengangkat upacara Labuhan di Pantai Parangtritis sebagai tema besar karya saya. Mengangkat sedikit mitos tentang Nyi Roro Kidul Ratu Laut Selatan sebagai bumbu dari cerita tersebut.  Dan Puji Tuhan waktu 5 jam yang diberikan dapat saya manfaatkan dengan baik sehingga saya dapat menyelesaikan detil karya saya dengan baik.

Peserta lain tentu saja memiliki alur dan tehnik gambar yang unik dan beragam. Beberapa mengangkat tentang variasi makanan, candi, bangunan, dan segala seluk beluk tentang Jogjakarta.  Lomba selesai pukul 4 sore. Juri dan panitia meminta para peserta tidak pulang dulu, karena pengumuman akan diberi tahukan satu jam kemudian.

Saya dan teman saya pun menunggu. Hingga kira-kira pukul 5 lewat kami kembali dipanggil di ruangan lomba untuk menantikan pengumuman. Sebelum mengumumkan juri sempat memberikan kata sambutan dan masukan. Beberapa diantaranya juri mengingatkan bahwa kita yang tidak menang untuk tidak berkecil hati. Karena pada dasarnya semua peserta memiliki tehnik dan kemampuan gambar yang baik, namun karena hanya ada 3 pemenang mereka harus memilih yang terbaik. Dan ada baiknya jalan cerita yang dipilih peserta adalah sesuatu yang unik, berbeda, dan tak terpikirkan.

Mendebarkan rasanya  ketika juara mulai diumumkan satu per satu. Mulai dari juara tiga, dua, dan jantung saya hampir mencelos ketika ketika juri membacakan nama saya sebagai juara pertama.  Rasanya senang bukan kepalang!

Para juri dan peserta menyalami saya dan memberi selamat. Kami lalu berfoto bersama dengan karya masing-masing. Hari yang benar-benar menakjubkan untuk saya.

Oleh: Stella Yohanna

GAMBAR IPEKA