Medspin 2015: SMAK 3 Penabur Raih Juara Harapan 2

“Medspin 2015.. Be a Medical Hero!”, seperti itulah jargon (slogan/yel-yel) untuk salah satu lomba kedokteran dan IPA bergengsi yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Lomba tersebut diselengarakan pada tanggal 8, 21, dan 22 November 2015. Pada kesempatan tersebut, SMAK 3 Penabur menurunkan Robin Chandra (XII IPA 3), Ivan Immanuel (XII IPA 3), dan Gerson Natanael (XII IPA 1). Perjalanan kami dalam lomba ini sangat panjang. Pada tanggal 8 November 2015, kami melakukan babak penyisihan di wilayah Bandung. Soal penyisihan terdiri dari 30 soal Fisika, 30 soal Kimia, 30 soal Biologi, dan 10 soal Kedokteran. Puji Tuhan meski hanya beranggotakan 2 orang saja saat penyisihan, kami dapat lolos ke babak perempat final di Surabaya, dan kami mendapatkan peringkat kedua pada penyisihan di wilayah Bandung.

Pada babak perempat final yang dilaksanakan pada tanggal 21 November 2015, kami melakukan Fun Rally, yaitu berlari untuk mengerjakan soal-soal IPA dan medis atau bermain games pada pos-pos yang tersebar di lingkungan FK Unair. Setiap soal terdiri atas tingkat kesulitan yang berbeda, yaitu Easy, Medium, dan Hard. Masing-masing pos soal terdiri pelajaran atas satu soal Fisika, Kimia dan Biologi. Ada juga pos-pos yang spesifik menyediakan soal medical dan permainan. Waktu di setiap pos hanya 4 menit, yang kami rasa sangatlah kurang. Kami cukup lelah setelah berlarian berkeliling FK Unair, tetapi perjuangan kami tidak sia-sia, kami berhasil lolos ke babak semifinal. Pada babak semifinal, terdiri atas tes teori, yaitu masing-masing sepuluh soal Fisika, Kimia, dan Biologi, serta praktikum seputar anatomi dan histologi. Setelah melakukan tes yang menguras otak tersebut, kami diberikan sebuah balon, dan jika kami lolos maka balon kami tidak dipecahkan. Puji Tuhan balon kami tidak dipecahkan oleh panitia, sehingga kami dapat lolos ke babak final.

Babak final, yang dilaksanakan pada tanggal 22 November 2015, terdiri atas praktikum IPA (Fisika, Kimia, Biologi), praktikum pertolongan pertama dan medis, dan tes esai panjang. Kami merasa waktu yang diberikan sangatlah tidak memadai, tetapi kami tetap berusaha melakukan yang terbaik dan maksimal. Setelah mengikuti semua rangkaian babak final, kami diberi sebuah “surat cinta” yang berisi sebuah kertas berwarna emas. Hal tersebut menandakan bahwa kami lolos ke babak grand final. Kami sangat bersyukur karena kami dapat mencapai lima besar dalam lomba ini. Babak grand final, terdiri atas sesi cepat tepat dan sesi diagnosis penyakit. Pada akhirnya, kami berhasil mendapatkan juara harapan dua. Walaupun demikian, kami sangat senang dan bangga, karena kami dapat mencapai lima besar dan mengalahkan lebih dari 5000 tim. Semua pengalaman dan materi selama perlombaan yang kami dapat membuat kami dapat terus berjuang dan berkarya dalam bidang IPA, semua hanya untuk kemuliaan nama Tuhan saja.

Gerson Natanael ~ XIIA1/9