Kisah Kami di OSN Palembang 2016

Saya mulai mempelajari astronomi dari kelas 9. Saya telah mencoba  dua kali tapi gagal sampai akhirnya saya sadar bahwa saya hanya punya satu kesempatan lagi untuk berjuang di tahun 2016. Saya diingatkan untuk  selalu menjaga mental dan tidak meremehkan soal ataupun cepat merasa puas. Pembina saya berpesan, “Meskipun kamu dihadapkan pada soal yang sepele, yang sudah pernah atau bahkan sering kamu kerjakan, tetap kerjakan lagi itu karena di balik setiap hal yang kamu lakukan, pasti ada ilmu berharga yang bisa diperoleh dari sana.” Saya beruntung karena melalui OSN  di Palembang kemarin, saya berhasil memperoleh medali perak. Saya bersyukur atas apa yang telah dicapai, semoga keberhasilan ini bukan hanya sekadar angin lalu melainkan menjadi awal dari proses pembelajaran saya yang masih panjang. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung saya selama ini.

Aryana Paramita
XIA 3

Ini merupakan kedua kalinya saya mengikuti OSN TIK  mewakili SMAK 3 PENABUR JAKARTA. Saya tidak menyangka akan membawa pulang medali perunggu. Untuk bisa mencapai OSN pun ada banyak seleksi dari OSK hingga OSP. Pada saat OSK hingga OSP pun lombanya merupakan lomba teori, tetapi saat OSN ternyata lombanya 2 hari praktik yaitu coding. Hari pertama OSN, saya mendapatkan peringkat yang di luar list medali (sekitar 40-an) dengan skor yang sangat kecil. Pada hari kedua, saya berhasil mengerjakan dengan cukup baik dan dapat mendapatkan medali perunggu. Itu semua merupakan berkat dari Tuhan YME. Dari hal itu, saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung  proses pembelajaran saya.
Andreas Cendranata
XIA 3

 

Tepat 2 minggu yang lalu (15-21 Mei 2016), saya mewakili SMAK 3 berkesempatan untuk mengikuti OSN di Palembang. Kebetulan saya berkecimpung di bidang Biologi. OSN ini bukanlah kali yang pertama bagi saya, tahun lalu saya sudah berkesempatan ikut OSN di bidang yang sama dan bersyukur bisa membawa pulang medali perak. Berbagai persiapan dan pelatihan pun sudah dilakukan demi kesuksesan lomba mendatang. Untuk Biologi sendiri ada ujian teori dan praktikum.

Pelaksanaan OSN tahun ini mungkin ada beberapa kekurangan, banyak bidang mata pelajaran lain yang terkena banyak kejadian saat OSN (keracunan makanan, dll.). Namun bersyukur masih ada tangan penyertaan Tuhan selama lomba berlangsung. Akhirnya, atas anugerah Tuhan, saya dititipkan medali emas tahun ini. Senang karena di OSN terakhir mampu mendapatkan target yang diinginkan dan kiranya pengalaman yang didapat bisa bermanfaat bagi sekitar.

Vincent Augusta Primayudha
XIA 2
Setelah 2 tahun, saya berjuang di OSN Biologi akhirnya saya dapat meraih medali perak pada OSN Biologi SMA 2016. Prestasi ini tidak dapat saya raih hanya dengan usaha saya sendiri. Tanpa Tuhan, saya rasa tidak mungkin saya dapat sampai sejauh ini. Saya juga mau berterimakasih pada orang tua, guru, dan teman atas dukungannya. Dari OSN, saya belajar bahwa usaha dan kerja keras tidak akan cukup tanpa penyertaan Tuhan. OSN juga mengajar saya untuk rendah hati karena bukan saya saja yang berjuang, orang lain juga berusaha melakukan yang terbaik. Bagi saya, pengalaman yang saya dapat di OSN merupakan hal yang paling berharga dan penting.

Refael Alfa Budiman
XIA 3

IMG_2409 IMG_2416