HUMANIS (Follow Up Bina Iman) SMAK 3 PENABUR

Pada Jumat, 6 Januari 2017 teman – teman SMAK 3 BPK PENABUR JAKARTA kelas XI mengikuti Kegiatan Humanis. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan Bina Iman yang diselenggarakan pada tanggal  12-14 Oktober 2016.

Acara ini dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 10.00 pagi diawali dengan kebaktian pembuka yang disambung dengan sesi oleh Pdt. Peter Abednego (GKI Sumbawa Dua). Penyampaian pesan yang sangat menarik dengan disuguhi beberapa games yang begitu menyenangkan serta mengajarkan arti kehidupan. Games pertama dimulai dengan berpasangan, tangan kami dan tangan pasangan kami diikat dengan 2 tali rafia secara bersilangan dan kami harus bisa memisahkan kedua tali tersebut tanpa melepas ikatan pada tangan kami, lalu disambung games berikutnya yaitu dengan menuliskan pujian kepada teman-teman kami pada kertas yang tertempel di punggung mereka. Dari games-games sederhana ini kita dapat belajar bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya selama kita tekun dan gigih untuk memecahkannya, serta belajar untuk memuji orang lain dengan hati tulus dan jujur. Tujuannya agar orang yang dipuji dapat merasa bahwa dirinya berharga serta tahu akan kelebihannya dan berkat yang telah diberikan untuk orang lain.

Setelah sesi dari Pdt. Peter selesai kami semua kembali ke kelas masing-masing dan acara dilanjutkan oleh sesi workshop dari KDM (Kampus Diakonia Moderen) yaitu kegiatan mengolah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai dan dapat digunakan kembali dalam kehidupan masing-masing. Jenis kegiatan yang kami lakukan yaitu membuat botol bekas ukuran 500ml menjadi berbagai macam hal seperti vas atau wadah untuk menaruh alat-alat tulis. Tak hanya itu, kami juga membuat celengan mini dari botol berukuran 250 ml, juga membuat tempat lilin dari kaleng susu kental manis, serta membuat tas dari pakaian bekas yang sudah tidak digunakan. Kegiatan kami usai pada pukul 13.00 siang ditutup dengan doa bersama dan ucapan terima kasih kepada teman-teman dari KDM. Dari kegiatan ini kita dapat belajar bahwa sesungguhnya kita bisa belajar dari semua orang. Selain itu, kita dapat belajar bahwa barang-barang yang menurut kita sudah tidak dapat digunakan lagi justru sebenarnya dapat digunakan menjadi sesuatu yang lebih berharga dan dapat digunakan untuk keseharian kita, tetapi kita cenderung untuk bersikap apatis atau tidak peduli terhadap lingkungan di sekitar kita. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menghargai dan peduli dengan segala sesuatu yang ada di sekeliling kita.

Marshella Wijaya (Kelas XI IPA 4)