Hari Basa Basi

Pada  tanggal 31 Oktober 2017, siswa-siswi serta guru-guru SMAK 3 PENABUR Jakarta mengikuti acara Hari Bahasa, Sastra Budaya, dan Seni atau yang lebih akrab dikenal dengan nama HARI BASA BASI. Tahun ini Hari Basa Basi memiliki nama Harta Daya ( harmoni cinta dalam budaya ). Acara ini dipersiapkan oleh OSIS guna meningkatkan rasa cinta remaja Indonesia terhadap bahasa, sastra budaya, dan seni yang dimiliki Indonesia, serta untuk mengingatkan siswa-siswi SMAK 3 mengenai salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928. Tidak salah lagi peristiwa tersebut adalah Sumpah Pemuda. OSIS dibantu oleh guru-guru ingin mengingatkan kembali bagaimana para remaja Indonesia seharusnya mencintai bahasa, budaya, dan seni yang dimiliki Indonesia, serta  menghargai satu sama lain karena kita semua satu. Maka dari itu, pada Hari Basa Basi ini, siswa-siswi SMAK 3 disajikan dengan wokrshop-workshop, games, karya seni, serta talkshow yang mengingatkan kita mengenai budaya bangsa Indonesia.

Workshop- workshop yang tersedia antara lain; workshop membatik, workshop jajanan tradisional Indonesia, workshop kerajinaan tangan dari bahan bekas, workshop menulis kreatif, workshop menari, workshop kecantikan, dan masih banyak lagi. Games yang disajikan berupa games ya, tidak, bisa jadi, crossword competition, dan floorball dengan alat-alat tradisional. Sebelum workshop dan games dimulai, siswa-siswi SMAK3 mendengarkan talkshow dari seorang nara sumber bernama Rachel Goddard. Beliau menceritakan mengapa Ia memilih untuk tetap menjadi WNI walaupun suamiya adalah seorang WNA dan beliau tinggal di luar negeri. Beliau juga menceritakan bagaimana Ia harus menghargai budaya di lingkungan barunya tanpa melupakan budaya Indonesia. Setelah talkshow selesai, siswa-siswi SMAK 3 disajikan sebuah penampilan tari tradisional Indonesia yaitu tari Cunduk Menur.