Viral, The Receh Show with Dosen Unpar Featuring Siswa XI SMAK 3! Pecah Abis!

Humanis? Haaa? Waktu pertama kali dengar sih, kedengerannya boring dan terkadang terlalu monoton, karena tiap kali acara semacam itu diadakan hanya ada sesi-sesi, khotbah, games, dan lain-lain. Pada tanggal 11 Januari 2018 ini, murid-murid kelas XI melakukan kegiatan humanis sebagai follow up kegiatan bina iman, memang sih sama saja ada kegiatan khotbah, games, sesi. Namun, ada hal- hal menyerukan yang terjadi di kegiatan humanis ini, kayak apa sih?
Kisahnya dimulai kaya gini…
Ada beberapa orang yang tiba-tiba datang saat tengah-tengah perkenalan kakak-kakak yang mendampingi acara tersebut. Dan tanpa disangka-disangka ternyata salah satu dari orang-orang tersebut adalah pembicara yang merupakan seorang dosen yang ingin membagikan ceritanya pada murid kelas XI. Sesi ini dimulai dengan perkenalan dirinya sendiri, “halo nama saya Christian Fredynaa, a nya ada 2 yaa jangan lupa!” Para murid tentunya dibuat tertawa oleh hal yang baru saja ia katakan. Setelah itu, ia melanjutkan kisahnya tentang bagaimana ia hidup di Jepang sebagai seorang murid S2 di sana. Ceritanya diawali dengan kisah tentang temannya yang pergi ke Jepang dengan membawa dua koper. Mungkin kalian akan heran kenapa membawa dua koper, dan ternyata satu koper itu tentunya untuk pakaian dan perlengkapan lainnya dan satu lagi adalah senjata untuk melawan lapar di tanggal tua. Pasti kalian sudah bisa tebak dari ciri-ciri yang saya berikan! Ya benar! Senjata terkuat dan termurah dari segala senjata yaitu, Indomie!! Lanjut ke cerita, saat ia sampai di Jepang, ia berkenalan dengan 1 perempuan jepang, dan ia merupakan orang Jepang pertama yang berkenalan dengannya dan teman-teman lainnya yang pergi ke Jepang. Perempuan itu bernama Asuza Suzuki. Lalu ia juga bertemu dengan salah satu guru Jepangnya yang bernama Kawasaki. Dari dua nama tersebut tentunya orang-orang Indonesia sudah bisa memikirkan hal yang sama, “wah kaya nama motor nih ya”, lantas ketika mereka berdua datang ke murid-murid dari Indonesia, mereka berseru “Weh Weh geng motor geng motor!!”
Tentunya apa yang ceritakan itu membuat semua murid kelas XI tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Cerita dilanjutkan dengan hidupnya di Jepang yang penuh dengan peraturan dan kedisiplinan seperti cara naik kereta MRT, dan prosedur yang benar saat makan di restoran fast food. Ada satuhal yang lucu di tengah-tengah ceritanya yaitu pada saat ia sedang bercerita ada beberapa anak yang melihat ke dalam aula dari luar melalui kaca. “Wah saya berasa kaya di akuarium ya” celetuk pembicara tersebut. Semua pendengar tertawa terbahak-bahak. Selain itu juga, ia bercerita bahwa Jepang merupakan negara yang memiliki orang-orang yang pantang menyerah seperti pada saat ia dan teman-temannya di Jepang mengajarkan permainan jebot yang biasa kita mainkan. Mereka mau belajar bermain game yang hanya menggunakan jari jempol kalian dan mulut kalian untuk menyebutkan angka. Sampai- sampai 1 kampus itu melingkar duduk dan bermain game tersebut bersama-sama. Dari sesi ini, dia juga memberi kita tips-tips atau sesuatu yang bisa kita pelajari dari sesi ini yaitu kita harus setia kepada perkara kecil/tugas-tugas/kewajiban sekecil apapun itu, jangan mengeluh dan suatu saat nanti pasti Tuhan akan memberikan bal -hal atau perkara yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. Begitulah sedikit kisah dari banyak hal-hal seru di humanis ini.
Selain itu, ada juga sesi dimana kita membuat jembatan yang bisa dilewati oleh bola basket dan kuat untuk menopang buku Kamus sebanyak banyaknya dengan menggunakan koran, selotip dan cutter. Game ini juga melatih kerja sama dan kreativitas kita, dan game ini tuh seru banget! Ada juga acara games-games lainnya kaya xox, buldozer, stack the glass dan lain-lain yang mengajarkan kita tentang kesetiaan kepada hal-hal kecil juga percaya kepada teman-teman kita, dan masih banyak lagi.
Sekian dari saya, terima kasih telah membaca! Tuhan memberkati! – Levina XI S1