SMAK 3 Best 1 Penelitian Ekonomi Terbaik OSN 2018


SMAK 3 dan Kesuksesanku
“Apa??? Membuat makalah mengenai ekonomi syariah??” Teriakku dengan kagetnya ketika membaca persyaratan menuju OSN nasional di Padang pada tanggal 1-7 Juli kemarin.
Sungguh pusing diriku. Ku tak mengerti harus menulis apa. Bahkan, judulnya saja pun ku tak tahu. Ekonomi syariah memang banyak cabangnya; ada zakat, perbankan syariah, investasi syariah, dan masih banyak lainnya. Ku bingung tak tahu harus memilih yang mana.
Ku benar-benar bingung. Ku tak tahu kepada siapa ku harus bertanya. Ku bukan seorang muslimah, dan ku pun sekolah di sekolah kristen. Ku sungguh tak tahu harus berbuat apa. Ku hampir menyerah dan mencoba mengabaikan tugas ini.
Namun, semakin ku membohongi diri akan keberadaannya tugas ini, semakin hati kecilku berteriak dan mendesakku untuk mengerjakannya.
Berpikir dan berpikir, akhirnya tiba suatu hari ketika ku sedang pulang sekolah, ku melihat spanduk BAZNAS mengenai zakat. Akhirnya tanpa banyak berpikir, ku memutuskan bahwa makalahku mengenai zakat.
“Tapi, zakat mengenai apa? Zakat masih terlalu luas.” Pintaku dalam hati. Ku masih kebingungan. Namun, ku sadar, waktu terbatas. Akhirnya ku hanya menyicil mengerjakan landasan teori (BAB 2) terlebih dahulu sambil memikirkannya.
Sambil menyicil dan berpikir, ku juga bertanya-tanya kepada orang-orang. Hingga tibalah suatu hari terdapat seseorang yang memberitahukanku informasi mengenai isu zakat yang mau dipotong langsung dari penghasilan. “Wow, _brilliant_!” Teriakku dalam pikiran. Ku mendapat inspirasi “Bagaimana jikalau saya mengkhususkan zakat ini di bagian zakat profesi dan mengaitkannya dengan pajak penghasilan?” Pikirku.
Ku sungguh berterimakasih kepada orang tersebut. Orang tersebut memang sangat supportif kepadaku, tak hanya dalam hal ini saja; dan beliau ialah seorang guru SMAK 3, yaitu Ibu Lucy Gultom. Memang, dia bukan walikelas ataupun guru ekonomi. Tapi dia benar-benar supportif dan berjiwa sosial tinggi.
Namun, ku belum puas. Ku berkonsultasi dengan temanku yang merupakan seorang muslimah. Ia bernama Syifa Wulandari. Ia sangat supportif dan kreatif. Kami berdiskusi dan akhirnya mendapatkan titik terang mengenai judul yang pas untuk makalah ini. Kami menyepakati makalah ini berjudul “Sinergikan Pajak dan Zakat demi terwujudnya SDGs 2030 di DKI Jakarta”.
Saya mulai mengerjakan segalanya, dibantu dengan Bapak Tata Usaha dalam pembuatan surat dan ditemani Ayahandaku yang tercinta, saya mulai melakukan kunjungan-kunjungan, membuat dan menyebarkan kuesioner, dan lainnya.
Akhirnya setelah selesai semua, ku tinggal perlu print makalah ini. Dibantu oleh Ibu Justini selaku wali kelas saya dan dibantu Ibundaku yang tercinta dan temanku yang terkasih, makalahku tercetak _hardcover_ dengan baik.
Tak terasa, makalahku sudah selesai. Tibalah saatnya dalam penyuntingan. Dibantu dengan berbagai pihak, makalahku disunting berkali-kali oleh 5 orang yang berbeda dengan kritik dan saran yang berbeda pula. Ku sungguh bersyukur ada mereka, hingga larut malam pun masih mau membantuku menyunting makalah yang tebalnya 92 halaman ini.
Ku dengam senang dan bangganya membawa makalah ini ke Padang. Lalu, setelah beberapa hari disana, tibalah saat pengumuman. Ku sangat senang ketika diberitahu bahwa saya mendapat terbaik 1 penelitian makalah ini.
Ku sungguh bersyukur dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terkhususnya orangtuaku dan sekolahku yang tercinta ini.
Semoga, kedepannya SMAK 3 tetap berjaya dan lebih berjaya lagi. SMAK 3 Hebat, SMAK 3 Berkarya!

Delfi Vijja Paramita.