History

SEJARAH BERDIRINYA SMAK 3 PENABUR

Berdirinya SMAK 3 juga tidak terlepas dari makin banyaknya siswa yang berminat masuk ke SMAK 3, tetapi daya tampung sekolah tersebut tidak memungkinkan untuk menerima seluruh peminatnya. Sementara itu ada ketentuan dari pemerintah agar tidak membuka sekolah baru, karena keadaan belum memungkinkan. Sebagai jalan keluar yang dapat dilakukan adalah membentuk bagian filial, jadi resminya tidak ada sekolah baru, tetapi nyatanya ada juga wujudnya yang menempatkan kelas-kelas ditempat lain, sehingga timbul istilah kelas jauh.

Karena itu antara tahun 1958 – 1960 SMAK 1 mengontrak gedung di Jln. Gajah Mada yang sekarang menjadi SMA Negeri 2. Di tempat tersebut dapat ditempatkan kelas 1 (tiga kelas), kelas 2 (tiga kelas) dan juga kelas 3 (tiga kelas). Masing-masing sudah dengan bagian A,B dan C.
Karena keadaan demikian tidak mungkin terus dipertahankan, maka pada tahun 1960 kelas-kelas tersebut dipindahkan di jalan Gunung Sahari 90 A, Jakarta Pusat. Tidak seluruh kelas dapat ditempatkan digedung baru tersebut, sebagian terpaksa masih dititipkan di SMEP, Jalan Diponegoro 78, Jakarta Pusat, sebagai langkah darurat. Dengan terpaksa agar seluruhnya dapat diselenggarakan dalam satu lingkungan, maka dibuatlah bangunan darurat dari papan yang letaknya ditengah halaman bangunan sekarang. Sejak tahun 1961 itulah mulai lengkap sekolah yang semula dimulai filial SMAK 1 dalam satu kompleks Gunung Sahari. Karena statusnya sebagai bagian dari SMAK I yang berstatus sebagai sekolah bersubsidi, maka sejumlah guru negeri dapat ditempatkan disekolah filial tersebut yang kemudian resmi menjadi SMAK 3.

Perkembangan

Antara tahun 1970-1974 jumlah kelas ditingkatkan menjadi 12 buah. Kelas 2 dan 3 sudah dijuruskan menjadi 4 jurusan, yaitu : Pasti, Pengetahuan Alam, Sosial Kebudayaan. Seperti halnya dengan SMAK 1 dan 2, jurusan Budaya tidak dapat diteruskan, sehingga antara tahun 1970-1974 hanya terdapat tiga jurusan saja, yaitu Pasti, Pengetahuan Alam dan Sosial. Kelas 3 dapat ditekan menjadi 3 kelas saja, yang memungkinkan dapat memperluas kelas 1 dari empat kelas menjadi lima kelas.
Sementara itu pembangunan gedung dengan menjadikan tiga lantai disebelah utara, maka jumlah ruangan kelas menjadi 17 buah satu ruangan untuk guru dan sebuah ruangan lagi untuk kepala sekolah dan tata usaha. Keadaan tersebut memungkinkan dilakukan perluasan jumlah kelas menjadi 17 kelas terdiri atas : kelas 1 tujuh kelas, kelas 2 lima kelas dan kelas 3 juga lima kelas.
Sejak tahun 1984 jumlah kelas ditingkatkan lagi menjadi 20 kelas, terdiri atas kelas 1 enam kelas, kelas 2 tujuh kelas dan kelas 3 tujuh kelas. Kelas 2 dan 3 memiliki tiga jurusan juga berdasarkan kurikulum baru yaitu kurikulum 1984. Keadaan tersebut dapat dipertahankan terus sampai tahun 1992. SMAK 3 hidup berdampingan selama 11 Tahun dengan SMAK 2, dalam pengertian bahwa SMAK 3 bersekolah pagi hari, sedangkan petangnya dipergunakan oleh SMAK 2. Setelah SMAK 1 pindah ke Tanjung Duren Raya No. 4, maka SMAK 2 dikembalikan ke Pintu Air 11, hingga sejak tahun 1989 SMAK 2 dapat menempati gedungnya sendiri. Sampai saat ini (2012) SMAK 3 dibagi menjadi 18 kelas, terdiri atas kelas 1 enam kelas, kelas 2 dan 3 memiliki dua jurusan yaitu IPA dan IPS yang menggunakan kurikulum KTSP.

Pimpinan Sekolah

SMAK 3 yang baru berumur 60 tahun (1958-2018) mencatat Sembilan orang kepala sekolah. Pertama Bpk. Ang Liem Tjiang (1958-1962) yang sebelumnya pernah menjadi guru Bahasa Indonesia di SMAK 1 dan administrator PH BPK Jabar, ia meninggalkan SMAK 3 karena diangkat menjadi kepala sekolah SMAK 1. Kedua Bpk. Ateng K. Kristamulyana (1962-1978) yang sebelumnya adalah tokoh pendiri sekolah Kristen di Cirebon, Kemudian menjadi guru di SMAK 1. Ia meninggalkan SMAK 3, karena diberi tugas untuk memimpin SMAK Tirta Marta di Pondok Indah. Ketiga adalah Ibu Naomi Tumilisar (1978-1992) seorang guru yang telah lama memberikan pelajaran kimia di SMAK 3. Dalam usia yang telah cukup lanjut (70 tahun) ia masih bersemangat memimpin sekolah secara keras dan tegas demi kemajuan yang hendak dicapainya. Keempat Bpk. Arifin Jos (1992-2000). Kelima Bpk Surja Winata, (2000-2006). Keenam Ibu Devi S.Tanumihardja (2006-2009), Ketujuh (2009-2016) Ibu Enche Wijaya Gunawan. Kedelapan (2016-2018) Ibu Chrisanty Budi Santoso dan saat ini 2018 SMAK 3 PENABUR di pimpin oleh Bpk Jurkes Panjaitan (2018 – sekarang).

Penghubung Sekolah
Beberapa orang pengurus yang menjadi penghubung sekolah dengan BPK PENABUR KPS Jakarta, yaitu : Swandjaja, S. Winata, Lukas Teryadi, Drs. Harjoko Trisnadi, Drs. Matias Gani, Marliana Komalanagara, Alex Kristianto , Tedy Sutedja, Penny Chandra dan sekarang Daniel R. Kosasih.